Minggu, 30 November 2025

Kejujuran Kunci Hidup Sukses Dunia dan Akhirat

PAIF Kankemenag Kabupaten Purbalingga - KUA PurbalinggaSiti Suwarti, S.Ag saat diacara Pesantren Kilat SMK N 1 Kaligondang bulan Maret 2025 lalu. (Foto: Dok. Siti Suwarti)

Kejujuran Kunci Hidup Sukses Dunia dan Akhirat
Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto


Jujur adalah sikap yang menyatakan kebenaran, tidak berbohong, dan tidak curang. Jujur juga dapat diartikan sebagai kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, serta kesesuaian antara informasi dan kenyataan. Kejujuran merupakan nilai yang mulia dan dihargai oleh banyak etnis budaya dan agama.

Islam telah mengajarkan kejujuran yang dicontohkan secara langsung oleh Rasullullah dalam kehidupan. Allah menyuruh kita untuk berperilaku jujur dan benar sebagaimana dalam firman-Nya Allah menyampaikan pesan kejujuran dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

يَـأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ
 
Artinya; ''Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar''. (QS. At-Taubah [9]: 119).

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ.كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُواْ مَا لاَ تَفْعَلُونَ

Artinya; ''Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan''. (QS. as-Shaff [61]: 2-3). 

Kata jujur sama maknanya dengan “ash-shidqu” atau “shiddiq” yang berarti nyata, benar, atau berkata benar. Jujur atau ash-shidqu secara istilah bermakna kesesuaian antara ucapan dan perbuatan kesesuaian antara informasi dan kenyataan; kesesuaian ketegasan dan kemantapan hati, sesuatu yang baik yang tidak dicampuri dengan kedustaan.

Imam al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (shiddiq) sebagai berikut.
  1. Jujur dalam niat atau berkehendak maksudnya adalah tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain karena dorongan dari Allah Swt.
  2. Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima dengan berita yang disampaikan. Setiap orang harus bisa memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali kata-kata yang jujur. Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji juga termasuk jujur jenis ini.
  3. Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh-sungguh sehingga perbuatan akhirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.
Meski di zaman sekarang kejujuran dianggap langka, kita harus tetap berusaha menjadikannya bagian dari kepribadian. Allah Swt. memerintahkan umat beriman untuk selalu berkata benar (QS. al-Ahzab: 70). Orang yang jujur akan selaras antara ucapan dan perbuatan, sedangkan ketidakjujuran adalah dosa besar di sisi Allah karena menunjukkan ketidak konsistenan dalam keimanan.

Sifat jujur adalah ciri utama para nabi dan rasul. Orang yang istiqamah dalam kejujuran berarti telah memiliki sebagian dari sifat kenabian. Kejujuran membuat seseorang menjadi al-Amin orang yang dipercaya dan setia menjalankan amanah.

Dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan, dan masyarakat, sifat ini menjadi dasar terbentuknya keharmonisan dan keadilan. Rasulullah saw. digelari al-Amin karena kejujurannya yang tak tergoyahkan sejak muda hingga akhir hayat.

Berperilaku jujur memang sulit pada awalnya, namun hasilnya manis di kemudian hari. Kejujuran membawa ketenangan, kemudahan, keselamatan, serta cinta dan keridaan Allah Swt.

Sebaliknya, kebohongan hanya menambah masalah dan menghancurkan kepercayaan. Orang yang jujur akan selalu mendapatkan tiga hal penting dalam hidup: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat dari orang lain.

Kejujuran harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat kerja. Di rumah, kejujuran bisa diwujudkan dengan berkata apa adanya tentang keuangan atau masalah keluarga. Di lingkungan kerja, kejujuran tampak dalam tanggung jawab terhadap amanah dan tidak menyebar gosip.

Dengan membiasakan diri bersikap jujur kepada Allah, orang lain, dan diri sendiri, kita akan hidup dengan tenang, dipercaya, dan diberkahi serta terhindar dari akibat buruk kebohongan seperti hilangnya kepercayaan dan rusaknya hubungan sosial.(*)

Kamis, 06 November 2025

Mahsun, Ketua Pokjaluh Jateng Terpilih Kembali untuk Periode 2025–2029

Mahsun (kiri), Ketua Pokjaluh Jateng Terpilih Periode 2025–2029 saat menyampaikan kata sambutan usai terpilih pada sidang pleno pemilihan ketua yang dipimpin oleh Almukaromah (kanan) di acara Muswil Jateng, Hotel Kusma Semarang, Kamis (6/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto) 

Semarang -Pemilihan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jawa Tengah untuk periode 2025–2029 berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) tersebut diikuti oleh delegasi dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dengan masing-masing daerah mengikutsertakan empat orang perwakilan, sehingga total peserta mencapai 140 orang.

BACA: https://fkpaipurbalingga.blogspot.com/2025/11/perkuat-sinergi-penyuluh-agama-pokjaluh.html?m=1


Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta dari enam eks-Karesidenan Jawa Tengah mengajukan kandidat terbaiknya untuk memimpin Pokjaluh Jateng lima tahun ke depan. Proses pemilihan berjalan tertib, transparan, dan demokratis, mencerminkan semangat musyawarah yang menjadi ciri khas penyuluh agama Islam.

Sidang pleno pemilihan ketua pada acara Muswil Jateng, Hotel Kusma Semarang, Kamis (6/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto) 

Hasil akhir menunjukkan Mahsun memperoleh dukungan terbanyak dengan 19 suara, disusul oleh Almukaromah dengan 9 suara, Tasripan dengan 6 suara, dan Syaefudin dengan 2 suara, dari total 36 suara sah yang masuk.

Menariknya, Mahsun merupakan Ketua Pokjaluh Jateng periode sebelumnya (2022–2025). Terpilihnya kembali Mahsun menunjukkan kepercayaan besar dari para penyuluh terhadap kepemimpinannya selama ini. Kinerja Mahsun yang dinilai berhasil menjaga soliditas organisasi dan meningkatkan sinergi antarpenyuluh menjadi salah satu faktor utama dukungan mayoritas peserta Muswil.

BACA: https://fkpaipurbalingga.blogspot.com/2025/11/kakanwil-kemenag-jateng-tekankan-dakwah.html?m=1

Acara penghitungan suara pemilihan ketua oleh panitia di acara Muswil Jateng, Hotel Kusma Semarang, Kamis (6/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto) 

Dalam sambutannya, Mahsun menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan amanah tersebut.

Selain memilih ketua, Muswil juga menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan Pokjaluh Jateng periode 2025–2029. Tim formatur tersebut terdiri dari perwakilan enam eks-Karesidenan Jawa Tengah, yaitu:
  • Eks-Karesidenan Pati: Tasripan
  • Eks-Karesidenan Semarang: Mudasir
  • Eks-Karesidenan Pekalongan: Zamroni
  • Eks-Karesidenan Banyumas: Lubab
  • Eks-Karesidenan Soloraya: Lestari
  • Eks-Karesidenan Kedu: Syaefudin
Ketua pokjaluh Purbalingga, Khikam Aziz, di dampingi Sekretaris Pokjaluh Purbalingga, Edi Rudjito mengucap selamat dan sukses kepada ketua terpilih, "Semoga berkah untuk semuanya" ucapnya singkat dan penuh makna mendalam.

Suasana penutupan Muswil berlangsung penuh keakraban. Para peserta tampak saling berjabat tangan dan memberikan ucapan selamat kepada Mahsun serta seluruh tim formatur terpilih. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Muswil, Almukaromah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta atas kedisiplinan dan semangat persaudaraan yang terjalin selama kegiatan.

Dengan berakhirnya Muswil Pokjaluh Jateng 2025, diharapkan semangat kebersamaan dan profesionalitas para penyuluh agama Islam semakin meningkat dalam memberikan pelayanan dan pencerahan kepada masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.(*)

Pewarta/editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 05 November 2025

Kakanwil Kemenag Jateng Tekankan Dakwah Berbasis Data bagi Penyuluh Agama

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, (nomor 2 dari kiri) saat membuka Muswil Pokjaluh Jateng di Hotel Kusma Semarang, Rabu (5/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Semarang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menegaskan pentingnya pendekatan dakwah berbasis data bagi para Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, era digital dan perkembangan masyarakat modern menuntut strategi dakwah yang lebih terukur dan efektif.

“Saat ini, Penyuluh Agama dalam berdakwah harus berbasis data. Pemetaan dakwah sangat penting agar dakwah efektif pada masyarakat,” ucap Saiful Mujab dalam sambutannya pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Masa Bakti 2022–2025 di Kusma Hotel, Semarang, Rabu (5/11/2025).

BACA: https://fkpaipurbalingga.blogspot.com/2025/11/perkuat-sinergi-penyuluh-agama-pokjaluh.html?m=1

Muswil kali ini mengusung tema “Rekognisi Kinerja, Jejaring, dan Karir Penyuluh Agama di Era Society 5.0” dan diikuti oleh seluruh perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menekankan bahwa dakwah yang efektif bukan lagi sekadar penyampaian pesan moral dan keagamaan, tetapi juga harus didasarkan pada pemetaan sosial, kebutuhan masyarakat, serta analisis tantangan keagamaan di lapangan. 

Dengan demikian, penyuluh dapat menentukan strategi dakwah yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Musyawarah Wilayah Pokjaluh ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring antarpenyuluh, meningkatkan profesionalitas, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan dakwah di era Society 5.0, di mana teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan berjalan beriringan.

Hadir Pokjaluh Kabupaten Purbalingga, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Pokjaluh Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, Edi Rudjito, Sri Mulyati, dan Pengurus Pokjaluh Kabupaten Purbalingga lainya, Imam Edi Siswanto.(*)

Pewarta/editor: Imam Edi Siswanto 

Perkuat Sinergi Penyuluh Agama, Pokjaluh Jawa Tengah Gelar Muswil 2025

Dari kiri, Ketua dan Sekretaris Pokjaluh Purbalingga, Khikam Aziz dan Edi Rudjito saat mengikuti acara pembukaan Muswil Pokjaluh Jateng, di Hotel Kusma, Semarang, (5/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Musyawarah Wilayah (Muswil) Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Jawa Tengah Tahun 2025 merupakan forum penting sebagai tanda berakhirnya masa jabatan pengurus Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah periode 2022–2025. 

Melalui forum Muswil ini, diharapkan terjadi proses evaluasi kinerja dan pemilihan kepengurusan baru yang lebih solid dan berkomitmen dalam memperkuat peran penyuluh agama di masyarakat. Selain itu, Muswil juga menjadi sarana konsolidasi dan perumusan program kerja strategis guna meningkatkan profesionalisme serta efektivitas penyuluhan keagamaan di wilayah Jawa Tengah.

Suasana sebelum acara pembukaan acara Muswil Pokjaluh Jateng, di Hotel Kusma, Semarang, (5/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Untuk itu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi di lingkungan Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menugaskan sejumlah pengurus Pokjaluh untuk mengikuti Muswil Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.

Penugasan ini didasarkan pada surat dari Ketua Pokjaluh Provinsi Jawa Tengah Nomor: 020/Pokjaluh.11.6/adm/X/2025 tertanggal 16 Oktober 2025 tentang pelaksanaan Muswil Pokjaluh Jawa Tengah 2025. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu–Kamis, 5–6 November 2025, bertempat di Kusma Hotel, Jalan Raya Bandungan–Sumowono Km.0, Kabupaten Semarang.

Hadir dalam Muswil Pokjaluh Jawa Tengah, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Pokjaluh Purbalingga, Khikam Aziz, Edi Rudjito, Sri Mulyati dan Pengurus Pokjaluh Purbalingga lainya, Imam Edi iswanto.

Para peserta dijadwalkan melakukan check-in pada Rabu, 5 November 2025 pukul 12.00–13.00 WIB sebelum kegiatan resmi dimulai. Selain menghadiri forum Muswil, mereka juga ditugaskan untuk melaksanakan fungsi organisasi serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada pimpinan setelah kembali ke Purbalingga.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 


Kejujuran Kunci Hidup Sukses Dunia dan Akhirat

PAIF Kankemenag Kabupaten Purbalingga  - KUA Purbalingga ,  Siti Suwarti, S.Ag saat diacara Pesantren Kilat SMK N 1 Kaligondang bulan Maret ...